Legenda/Sejarah

A. Legenda

Legenda (bahasa Latin: legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai “sejarah” kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor

Menurut Buku Sari Kata Bahasa Indonesia, Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu berkaitan dengan peristiwa dan asal usul terjadinya suatu tempat.

Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.

Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan.

Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci.

Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.

Contoh Legenda :

B. Sejarah

Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia, yang berarti “penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”) adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Sejarah juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan “pandangan” pada permasalahan masa kini.

Cerita umum untuk suatu budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh pihak luar (seperti cerita seputar Raja Arthur) biasanya diklasifikasikan sebagai warisan budaya atau legenda, karena mereka tidak mendukung “penyelidikan tertarik” yang diperlukan dari disiplin sejarah. Herodotus, abad ke-5 SM ahli sejarah Yunani dalam masyarakat Barat dianggap sebagai “bapak sejarah”, dan, bersama dengan kontemporer Thucydides, membantu membentuk dasar bagi studi modern sejarah manusia. Kiprah mereka terus dibaca hari ini dan kesenjangan antara budaya Herodotus dan Thucydides militer yang berfokus tetap menjadi titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah moderen. Dalam tradisi Timur, sebuah riwayat negara Chun Qiu dikenal untuk dikompilasi mulai sejak 722 SM meski teks-teks abad ke-2 SM selamat.

Pengaruh kuno telah membantu penafsiran varian bibit sifat sejarah yang telah berkembang selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern sejarah mulai meluas, dan termasuk studi tentang daerah tertentu dan studi topikal tertentu atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah. Seringkali sejarah diajarkan sebagai bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan studi akademis sejarah adalah ilmu utama dalam penelitian di Universitas.

Contoh diantara Sejarah Indonesia :

  • Pahlawan nasional Indonesia
  • Serangan Umum 1 Maret 1949
  • Rajasawardhana
  • Candi Borobudur

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah

Iklan
11 comments on “Legenda/Sejarah
  1. Budak Behong berkata:

    Sieup infona..
    hore..seueur urang lakbok dina internet…
    abdi ti sukanagara pa.. pengkeren balai desa
    http://zabrahkomputer.blogspot.com/ motekarkarya.blogspot.com/
    teu aya admin na..

    Suka

  2. Budak Behong berkata:

    Setelah membaca ulasan diatas…saya jadi lebih tahu keadaan lakbok sebelumnya.
    jelas sekali ..

    Bila demikian..jasa lakbok sangat banyak untuk kab. ciamis ini…lahan pertanian yang begitu berlimpah terbukti telah mampu menyumbangkan devisa bagi pusat khususnya bidang pertanian (padi)…ribuan ton dalam setiap tahunya Lakbok mampuh menghasilkan gabah kering untuk menyokong tumbuhnya roda ekonomi di Ciamis ini.

    Namun apalah artinya sebuah pengorbanan dari lakbok..jika pemerintah pusat tidak mampu memberikan perhatian yang lebih.

    lihat saja pemerintah daerah seakan buta atau memang tidak memeiliki sensitifitas terhadap rakyatnya. Bagaimana tidak hampir 70% jalanan antar desa yang selama ini menjadi penghubung tumbuhnya perekonomian daerah ,mengalami rusak parah.

    Lakbok seakan menjadi desa “Anak Tiri”
    camat yang nota bene berasal dari putra daerahpun seakan tidak berdaya dengan keadaan ini…
    semakin tertinggal dengan desa-desa lain yang jauh lebih muda ketimbang lakbok.

    Lihat saja Langensari daerah terisolir yang kini berubah 180 derajat setelah menjadi anak bawang kota Banjar. itu semua tak lebih karena Langen memiliki pemimpin daerah yang Cerda dan Sensitif terhadap rakyatnya.

    Suka

    • swaralakbok berkata:

      mohon maaf kepada semua pembaca, saat ini saya belum online seperti biasa, dikarenakan lagi banyak kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, insya Allah lain waktu (senggang) sya sambung kembali.

      Suka

    • swaralakbok berkata:

      ungakapan juragan sangat manrik, bila didengar oleh para pemimpin kita yang ada di SINGGASANA, sayapun sangat berharap skali untuk kemajuan LAKBOK, jangan sampai pribahasa ” LAK=Melak ( tanam/Indonesia) ; Bok=Tengalebok (Tidak makan/Indonesia)” menjadi kenyataan

      Suka

  3. choer berkata:

    rasanya aku mau tahu lebih banyak

    Suka

  4. donner berkata:

    Wah artikel tentang Rawa Onom dan Pulo Majeti, sangat menarik, nanti kalau ada waktu atau kalau ke Pangandaran mau coba mampir kesana.
    Bravo untuk artikelnya yang sangat menarik!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik Youtobe
%d blogger menyukai ini: